Petunjuk Dalil : QS Al Kautsar, 108 : 1 – 3
Pengertian tentang dalil :
a. Apa itu Al Kautsar?
Yaitu Telaga Kebajikan
b. Di mana adanya Al Kautsar itu?
- Di Akhirat
Yaitu QS Muhammad, 47 : 15, berupa sungai susu (yang tidak berubah rasanya), sungai khamar (yang lezat rasanya dan tidak memabukkan), sungai madu (yang bersih)
- Di Dunia :
Yaitu Al Qur-an (QS Ali Imran, 3 : 138, sebagai sumber keterangan/inspirasi, petunjuk/motivasi dan pengajaran/titik tolak), (QS Al Anbiaya, 21 : 106, sebagai ultimatum/penilai yang benar dan salah)
1.2 Kaitan dengan situasi dan kondisi kita sekarang :
Bagaimanakah Al Kautsar (Al Qur-an) itu sekarang?
Yaitu sebagian besar umat Islam tidak percaya dengan Al Qur-an :
- QS Luqman, 31 : 21, kaum tradisional, yang melaksanakan ibadah hanya berdasarkan adat dan secara turun-temurun dari nenek moyang
- QS Al Isra’,
- QS Al An’am, 6 : 96, ahli bid’ah, atau kaum yang mengada-adakan berkenaan dengan masalah ibadah selain petunjuk Al Qur-an dan atau Al Hadits yang shahih
- QS Al Dzariyat, 51 : 34, kaum rasionalis, kaum yang hanya mendewa-dewakan pikiran mereka sendiri
II. Permasalahan : Mengapa/apa sebabnya?
Yaitu orang yang atau tukang pembenci engkau (umat Muslim) dia pasti putus (gagal/berantakan)
III. Pemecahan Masalah
3.1 Petunjuk dalil di atas dalam menghadapi masalah
a. Shallah : berkenaan dengan do’a; rahmat (tali kasih); mengulurkan tutup kepala (membuka wawasan intelektual/mengatur strategi)
Caranya : menjalin tali silaturahim (QS Muhammad, 47 : 10) untuk mencapai persatuan umat Islam (QS Al Baqarah, 2 : 143)
b. Lirobb : berkenaan dengan memurnikan motivasi/niat (QS At Taubahm
c. Anhar : berkenaan dengan bekorban (QS Taghobun, 64 : 17)
3.2 Antisipasi dalam menghadapi masalah, yaitu dengan :
a. Mengkaji Al Qur-an/Al Kautsar di dunia (QS Az Zumar, 39 : 18)
b. Penghayatan dan pengamalan Al Qur-an (QS Ali Imran, 3 : 164)
c. Kebersamaan (QS Al Kahfi,
d. Bekerja keras atas dasar Al Qur-an (QS Al Hajj, 22 : 78)
IV. Penutup
4.1 Kesimpulan
Yaitu untuk mendapatkan Al kautsar di akhirat maka umat Islam mesti melakukan aktivitas kebajikan (memurnikan Islam) sebagai wujud dari mengabdi kepada Allah SWT (QS Al Dzariyat, 51 : 56)
4.2 saran-saran
Yaitu di dalam melaksanakan kebajikan (memurnikan Islam) mesti dengan motivasi hanya untuk Allah SWT (lirobb) sebab syarat ibadah adalah ikhlas dan hanif (QS Al Bayyinah, 98 : 5)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar