SURAT TERBUKA II
Ke
“Fadlilatul 'Ulama Rahimakumullah”
Di seluruh Alam Semesta.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillahilladzi kholaqol insa-na fi asani taqwim, waja'al qur-ana hudan lil muttaqin. Wasola-tu wassala-mu'ala Muhammadin kho-taman nabiyyin, wa'ala a-lihi washahbihi ajma'in, Wa ba'du.
Sesungguhnya tak ada kata-kata yang perlu kita ucapkan untuk memuji Allah yang telah memberikannya kepada para ulama. Kita menyadari bahwa “Ulama adalah pemegang amanah Rasulullah dan Allah atas makhluk-Nya.” Oleh karena itu, kami ingin memohon rahmat Allah dan meminta maaf kepada semua ulama yang dimuliakan oleh Allah atas kemudahan pilihan kata-kata kami. Semua ini muncul dari hati nurani terdalam yang didorong oleh perintah dari petunjuk Allah dan bimbingan dari Nabi Muhammad SAW sesuai dengan hadits-haditsnya (amal baik dan ucapan Nabi Muhammad SAW).
Kami yakin bahwa para ulama telah memahami bahwa perjalanan umat Islam saat ini telah terjebak dalam “pola dan program orang-orang kafir” yang membahayakan umat manusia di seluruh dunia melalui proses globalisasi yang telah mereka rancang dan bangun dengan sangat canggih. Seruan “kemanusiaan” telah bersatu dalam satu suara, yaitu keinginan untuk memerdekakan diri dari penjajahan minuman yang berorientasi pada orang kafir (jibti dan thaghut) dan untuk sepenuhnya bebas sebagai makhluk Allah untuk mendapatkan perlindungan dari kebenaran Islam. Pada akhirnya, semua itu tentu saja mengarah pada terwujudnya kedaulatan Islam (Daulah Islamiyah) di seluruh dunia sebagaimana dijanjikan oleh Allah.
Faktanya, dunia Barat telah berada dalam krisis umat manusia modern, yang jelas-jelas mengintimidasi kemanusiaan, penuh dengan ketidakstabilan, dan kekosongan. Hal ini karena mereka memusuhi umat Islam di seluruh dunia melalui semua dalih mereka, seperti tindakan brutal mereka di negara-negara Timur Tengah. Dan mereka sengaja menuduh umat Islam yang mereka sebut sebagai “pemberontak sepanjang waktu” tanpa mampu menjelaskan penyebabnya secara proporsional.
Padahal, kenyataannya umat manusia seharusnya mengetahui tentang pengorbanan umat Islam. Sayangnya, fakta-fakta sejarah tidak pernah diungkapkan kepada umat manusia, di mana semua pengorbanan dan perjuangan umat Muslim hanya digambarkan sebagai lagu pengantar tidur tanpa bukti nyata. Jadi, bukanlah suatu kesalahan jika umat Islam yang dibimbing oleh para ulama untuk “merekonstruksi dan mendekonstruksi” masa lalu. Lebih jauh lagi, tidak dapat disangkal bahwa umat manusia di seluruh dunia membutuhkan Islam karena Islam memiliki pesan-pesan positif seperti keadilan, perdamaian, dan persaudaraan. Islam selalu menciptakan kepedulian dan kasih sayang, terutama dalam hubungan antar umat manusia tanpa mendiskriminasi suku, ras, bangsa, atau kepercayaan.
Kerinduan umat manusia akan kebangkitan para ulama sangatlah besar. Secara hukum, para ulama adalah pahlawan kemuliaan Islam. Karena merekalah yang dianggap sebagai pelopor dalam menyingkap lapisan ketakutan yang tidak beralasan (libasul khouf) . Mereka telah mempersiapkan diri sebagai pelopor untuk mendekatkan diri kepada Rahmat dan Kehendak Allah. Tangan merekalah yang seharusnya mampu menyatukan kembali kejayaan Islam dengan semangat kesadaran. Bahkan di tangan merekalah juga tidak mampu memisahkan keduanya.
Fadlilatul 'Ulama!
Antara semangat pasif dan semangat ketekunan (jihad).
Betapa mulianya menghafalkan pernyataan Nabi Muhammad SAW bahwa para ulama adalah pemegang amanah Rasulullah SAW dan para ulama adalah pemegang amanah Allah atas makhluk-Nya. Hal ini karena para ulama telah sepenuhnya memahami isyarat dari Allah dan secara komprehensif memahami cara dan petunjuk Nabi Muhammad SAW yang terpadu, yang berarti telah memiliki kematangan intelektual dan kepribadian yang terpadu.
Dalam tulisan yang sangat singkat dan sederhana ini, sebagai hamba Allah, saya ingin memberitahu saudara-saudara ulama saya yang dimuliakan oleh Allah di seluruh dunia bahwa hal ini sejalan dengan tanda-tanda yang disebutkan oleh Allah SWT dalam Al-Quran dan juga diberitahukan oleh Nabi Muhammad SAW bahwa:
A.Kedaulatan Islam di seluruh alam semesta telah ditegakkan oleh para utusan Allah yaitu Harun dan Musa berdasarkan perintah Allah (QS Al A'ra-f, 7:160) dan kemudian berakhir sejak pengutusan Isa bin Maryam (QS Az Zukhruf, 43:61) sebagai perjalanan terakhir bagi keturunan Yakub putra Isaq dalam melaksanakan amanat kerabat terdekat Ibrahim sebagaimana disebutkan dalam QS Al Hajj, 22:78 . Oleh karena itu, ini disebut sebagai Fase Pertama kemenangan kedamaian Islam di seluruh alam semesta.
B.Daulat Islamiyah berikutnya akan ditegakkan oleh Allah dengan segenap kekuatan-Nya melalui ajaran dan teladan ideal yang diterapkan oleh Rasulullah SAW bersama para Khulafaur Rasyidin, yang sejalan dengan pernyataan Muhammad SAW bahwa Allah pasti akan menegakkan Daulat Islamiyah di seluruh dunia pada akhir zaman dengan kekuatan-Nya semata (Hadits Muslim yang sahih) . Dan hal ini akan dipandu oleh pengikut Rasulullah SAW meskipun dalam prosesnya diganggu oleh orang-orang kafir dan penyembah berhala: Ahli Kitab yaitu orang-orang Yahudi (QS Ali 'Imran, 3: 67-69) . Sudah pasti bahwa Allah akan memberikan kepemimpinan berikutnya kepada pengikut Rasulullah SAW atas umat manusia di seluruh alam semesta melalui proses jaddal, munadharah, dan mubahala' sebagaimana disebutkan dalam QS Al Hasyr, 59: 2 . Kemudian Daulat Islamiyah akan diutus oleh Allah ke tangan kekhalifahan Muslimin (QS An Nu-r, 24:55) . Maka, ini disebut Fase Kedua dan Terakhir kemenangan Daulat Islamiyah di seluruh alam semesta menjelang akhir zaman.
Semua itu adalah fakta yang akan terjadi dan dilaksanakan sesuai dengan deskripsi dalam Al-Quran melalui kajian tentang cara Ismail membantu membangun fondasi Ka'bah bersama Ibrahim atas perintah dan Arah Allah (QS Al Baqarah, 2: 127).
Ya Ikhwan, Fadlilatul 'Ulama Rahimakumullah!
Untuk meraih Hari Kemenangan yang menjanjikan Allah, sudah pasti wajib menggunakan landasan utama yaitu Arah pengelolaan dari Al-Qur'an sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Furqa'an, 25:52 beserta tahapan-tahapannya yang benar sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Insyiqa'q, 84:19 dan hadits-hadits sahih dari Rasulullah sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Hujurat, 49:7 , bukan dengan kekerasan atau kebrutalan. Hal itu dapat dicapai dengan kerendahan hati (tawadlu) para ulama bersama dengan orang-orang beriman. Karena kunci keberhasilannya adalah Arahan dari akhlak Nabi Muhammad SAW dan mukjizat (Mu'jizat) serta keistimewaan (maziyyah) Al-Qur'an.
Fakta terkini bahwa Arah Al-Quran telah bertemu dengan kenyataan bahwa Allah akan meninggikan kepemimpinan universal ini, berawal dari proses berpikir yang dilakukan oleh Firaun (QS Al Qashash, 28:25). Demikian juga fakta sejarah bahwa umat Islam etnis Melayu telah menderita penjajahan dan terjadi selama lebih dari 4 (empat) abad. Dan untuk saat ini, orang-orang Yahudi dan Uni Eropa (UE) dengan dalih mereka telah berusaha menghancurkan negara-negara Muslim di
Berdasarkan petunjuk dari Al-Quran, seluruh Ulama etnis Melayu harus siaga untuk secara aktif mendukung, membela, dan mengikuti KTT Ulama etnis Melayu yang akan berlangsung pada tahun 2010, Insya Allah. Konferensi ini merupakan langkah awal dan akan dilanjutkan dengan KTT Ulama sedunia yang akan berlangsung pada tahun 2015, Insya Allah.
Semua ini pasti akan berhasil karena mereka berada di balik kedok para ulama yang menggunakan "kacamata transparan" Al-Quran, yang telah menyaksikan janji Allah di akhir zaman yaitu kedaulatan Islam di seluruh dunia di bawah kekuasaan dan kekuatan mutlak Allah.
NASHRUN MINALLAHI WA FAT-HUN QORIB.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Dari seorang hamba Allah,
Alamat:
Yayasan AKUIS (Amanat Sejahtera Umat Islam)-Pusat
Jalan Raya
Sukajadi,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar